
Syarah Al Hikam
Karya:
Syeikh Ibnu Atho’illah As Syakandary ra.
Daftar isi Terjemah Syarah AL HIKAM yang ada di BLOG PPA. Silahkan di buka dan mari kita pelajari bersama:
( Alhikam 1 & 2 Bersandarlah Pada Alloh Jangan Pada Amal
(Alhikam 3-6) Usaha Keras Tidak Bisa Mengalahkan Taqdir
(Al Hikam Ke 7) Jangan Meragukan Janji Alloh
(Al-Hikam Ke 8) Ketika Alloh Membuka Pintu Perkenalan
(Al-Hikam Ke 9) Ahwal Akan Menentukan A’maal
(Al-Hikam Ke 10) Ruhnya Amal Yaitu Ikhlas
(Al-Hikam Ke 11) Hati-Hati Dengan Keterkenalan
(Al-Hikam Ke 13) Resiko Hati Yang Keruh
(Al-Hikam Ke 14) Alam Terang Karena Nur Ilahi
(Al-Hikam Ke 15-24) Bukti Kekuasaan Alloh
(Al-Hikam Ke 25) Tanda-Tanda Kebodohan
(Al-Hikam Ke 26) Jangan Menunda Amal
(Al-Hikam Ke 27) Jangan Minta Dipindah Dari Satu Maqom Ke Maqom Lain
(Al-Hikam Ke 28) Salik, Jangan Berhenti Karena Godaan
(Al-Hikam Ke 29) Jangan Menuduh Alloh
(Al-Hikam Ke 30-31) Semua Atas Taqdir Alloh
(Al-Hikam Ke 32) Sifatnya Dunia
(Al-Hikam Ke 33) Bersandarlah Kepada Alloh
(Al-Hikam 34-35) Permulaan Menentukan Ahirnya
(Al-Hikam Ke 36)Anggota Lahir Sebagai Cermin Anggota Batin
(Al-Hikam Ke 37-38) Perbedaan Pandang Orang Sudah Wushul Dengan Salik
(Al-Hikam Ke 39) Nurut-Tawajjuh (Ibadah)
(Al Hikam 40) Berusahalah Mengetahui Aib Diri Sendiri
(Al Hikam 41) Al-Haq Itu Tidak Bisa Dihijab
(Al Hikam 42) Keluarlah Dari Sifat Basyariyyah
(Al Hikam 43-44)Sumber Kemaksiatan
(Al-Hikam 45) Bashiroh (Mata Hati)
(Al-Hikam 46) Maqam Fana’
(Al-Hikam 48) Jangan Mengadu Kepada Selain Alloh
(Al-Hikam 49) Husnud-Dhon Terhadap Alloh
(Al-Hikam 50) Aneh Dan Ajaib
(Al-Hikam 51-52) Pindahlah Dari Alam (Makhluk) Kepada Pencipta Alam
(Al-Hikam 53-54) Pandai-Pandailah Memilih Sahabat
(Al-Hikam 55) Ibadahnya Zahid Dan Roghib
(Al-Hikam 56)Kedudukan Amal, Ahwal Dan Maqom Inzal
(Al-Hikam 57)Jangan Meninggalkan Dzikir
(Al-Hikam 58) Tanda Hati Yang Mati
(Al-Hikam 59-60) Dosa Dan Husnud-Dhon
(Al-Hikam 61) Amal Yang Bernilai Disisi Alloh
(Al-Hikam 62-64) Warid
(Al-Hikam 65-67) Nur, Bashiroh Dan Hati
(Al-Hikam 68-69)Ingatlah, Ketaatan Itu Anugerah Dari Alloh
(Al-Hikam 70-72) Ketamakan Akan Melahirkan Kehinaan
(Al-Hikam 73-74)Nikmat Dan Musibah Adalah Jalan Menuju Alloh
(Al-Hikam 75-76) Karunia Apa Istidroj?
(Al-Hikam 77-79) Jangan Meremehkan Wirid Sebab Belum Datangnya Warid
(Al-Hikam 80) Pertanyaan Tidak Harus Selalu Dijawab
(Al-Hikam 81-82) Akhirat Adalah Tempat Pembalasan
(Al-Hikam 83) Kedudukan Hamba Di Sisi Alloh
(Al-Hikam 84) Nikmat Lahir Dan Batin
(Al-Hikam 85)Sebaik-Baik Permintaan
(Al-Hikam 83)Kedudukan Hamba Di Sisi Alloh
(Al-Hikam 84)Nikmat Lahir Dan Batin
(Al-Hikam 85-86)Sebaik-Baik Permintaan & Tanda Orang Yang Tertipu
{Al-Hikam 97) 97.“At-Thoyyu” (Melipat/Menyingkat Jarak/Waktu)
{Al-Hikam 98} Hakikat Pemberian Dari Makhluk
{Al-Hikam 99-101} Amal Dan Balasan Dari Alloh
{Al-Hikam 102} Beribadah Jangan Mengharap Sesuatu Selain Alloh
{Al-Hikam 103-104} Memahami Rahasia Pemberian Dan Penolakan Alloh
{Al-Hikam 105-106} Jangan Menyombongkan Amalmu
{Al-Hikam 107-108} Nikmat Iijad(Diciptakan) Dan Nikmat Imdad(Kelanjutan)
{Al-Hikam 109-110} Sifat Asli Manusia Dan Waktu Terbaik Untuk Hamba
{Al-Hikam 111} Al-Unsu (Ketenangan Jiwa)
{Al-Hikam 112-113} Rahasia Berdo’a
{Al-Hikam 114} Hati Diterangi Dengan Nur Sifat-Nya
{Al-Hikam 115-116} Sikap Menghadapi Bala’ & Ujian
{Al-Hikam 117-118} Khawatir Dengan Hawa Nafsu & Alloh Menutupi Rahasia Kewalian
{Al-Hikam 119} Jangan Menuntut Tuhanmu
{Al-Hikam 120-121} Nikmat Karunia Terbesar Dari Alloh
{Al-Hikam 122-123} Jangan Meremehkan Wirid
{Al-Hikam 124} Sikap Orang Yang Lupa Pada Alloh
{Al-Hikam 125} Jangan Terpengaruh Dengan Makhluk
{Al-Hikam 126-127} Lihatlah Alam Ini Untuk Mengenal Alloh”
{Al-Hikam 128-131} “Sholat”
{Al-Hikam 132-135} Jangan Minta Balasan Atas Amalmu
{Al-Hikam 136-137} Bergantunglah Pada Sifat-Sifat Ke-Tuhanan-Nya Alloh
{Al-Hikam 138} Rubahlah Dirimu Dari Kebiasaan (Hawa Nafsumu)
{Al-Hikam 139-140} “Adab Berdo’a”
{Al Hikam 141-143} Wushul Itu Sebab Karunia Dari Alloh Dan Ditutupinya Cela Kita
{Al Hikam 144-145} Sebaik-Baiknya Satir/Tutup Dari Alloh
{Al-Hikam 146} Sahabat Sejati
{Al-Hikam 147} Nurul-Yaqin (Cahaya Keyaqinan
{Al-Hikam 148-149} Alloh Tidak Terhijab Oleh Segala Sesuatu
(Al-Hikam 150) Kenapa Makhluk Bisa Terlihat
(Al-Hikam 151-152) Lihat Dan Pelajari Alam Ini
(Al-Hikam 153-157)Sikap Kita Ketika Dipuji Orang
(Ak-L-Hikam 158) Sifat Ke-Kanak-Kanakan
(Al-Hikam 159) Jangan Putus Asa
(Al-Hikam 160) Roja’ Dan Khouf
(Al-Hikam 161) Manfaat Al-Qobdh Dan Al-Basthu
(Al-Hikam 162-166) Hati Menjadi Sumbernya Nur
(Al-Hikam 167-169) “Alloh Tidak Membuat Tanda Kewalian”
(Al Hikam 170-172) “Bagian Nafsu Dalam Ibadah”
(Al Hikam 173) “ Amal Jangan Ingin Dilihat Orang”
(Al Hikam 174-176) “Maqom Ma’rifat, Fana’ Dan Cinta”
(Al Hikam 177-178) “Hijabnya Makhluk”
( Al Hikam 179-182 ) “Do’a Bukan Penyebab Alloh Memberi”
(Al Hikam 183-184) “Keinginan Mendapatkan Sirrul ‘Inayah”
(Al Hikam 185-186) “Lebih Utama Mana Antara Berdo’a Atau Tidak”
(Al Hikam 187-191) “Hari Rayanya Murid”
(Al Hikam 192) “Hakikatnya Karomah”
(Al Hikam 193) “Tanda-Tanda Kedudukan/Maqom”
(Al Hikam 194-202) “Rahasia Mengajar,Memberi Nasihat Kebaikan”
(Al Hikam 203) “Salik, Hati-Hati Dengan Pemberian Makhluk”
(Al Hikam 204) “ Malu Meminta Karena Sudah Puas”
(Al Hikam 205-206) Pilihlah Sesuatu Yang Berat Menurut Nafsu
(Al Hikam 207-209) “ Ibadah Menjadi Kebutuhan Hamba”
(Al Hikam 210) “Jangan Merendahkan Kekuasan Alloh”
(Al-Hikam 211-213) Ingatlah Anugerah Nikmat Itu Dari Alloh
(Al-Hikam 214-215) “Cara Mengobati Hawa Nafsu”
(Al-Hikam 217-218) “Anwar Supaya Masuk Dalam Hati”
(Al-Hikam 220-221) “Hati-Hati Dengan Waktu/Umur”
(Al-Hikam 222) “ Mencinta Pasti Jadi Budak Yang Di Cinta”
(Al-Hikam 223-224) " Taat Dan Maksiyat Itu Tidak Berguna Bagi Alloh”
(Al-Hikam 225-226) “Pengertian Wushulnya Hamba”
(Al-Hikam 227) “Ilmu Ladunny”
(Al-Hikam 228-234) “Al-Warid Al-Ilahiyyah”
(Al-Hikam 235-237) “Nikmat Dan Adzab Ruh”
(Al-Hikam 238-239) “Tetapnya Kesenangan”
(Al Hikam 240-242) “Tercelanya Dunia”
(Al Hikam 243-247) “Ilmu Yang Bermanfaat”
(Al Hikam 248-249) “Menolak Godaan Syaitan”
(Al Hikam 250-256) “Tawadhu’.”
(Al Hikam 257-261). “Alam Mulki Dan Alam Malakut”
( Al Hikam 262-263 ) “Perbedaan Antara Salikuun Dan Maj-Dzubuun”
( Al Hikam 264-265.) “Buah Dari Ketaatan”
( Al Hikam 266-269.) “ Nur Sebagai Buah Dzikir”
( Al Hikam 270-272.) “Pembagian Umur Manusia”
( Al Hikam 273-275)“Keistimewaan Berfikir”
------------------